Minggu, 09 Oktober 2011

wirausaha dilahirkan atau dilatih

wirausaha dilahirkan atau dilatih:
Kementerian Pendidikan Nasional mendorong lahimya wirausaha dari kalangan masyarakat marginal melalui program aksara kewirausahaan agar mampu melihat peluang usaha dan kreatif.

"Pemberdayaan dilakukan dengan memberi suntikan dana Rp7O juta per lembaga bagi 90 pusat kegiatan belajar masyarakat [PKBMI di berbagai daerah, kata Ella Yulaelawati, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemeridiknas, kemarin.

Dukungan dana tersebut memudahkan PKBM memberikan keterampilan gratis bagi warga yang sudah bebas dari buta aksara dan punya keterampilan khusus untuk dibina dan dilatih membuka usaha tertentu.

"Jadi PKBM didorong menjadi semacam inkubator bisnis dari para anggotanya. Penerima dana adalah PKBM bukan peserta pendidikan nonformal di lembaga itu," kata Ella.

Di PKBM, masyarakat dibimbing me-mahami cara mengelola modal, menghitung laba/rugi dan melihat peluang usaha.

"Umumnya warga yang mendapatkan kursus gratis itu sudah memiliki usaha rumahan seperti gorengan dan lainnya."

Kewirausahaan juga menjadi fokus pendidikan nonformal di daerah yang menjadi sentra tenaga kerja Indonesia (TKI). Apalagi setelah adanya kebijakan moratorium, pemerintah menghentikan pengiriman TKI ke luar negri.

"Mereka yang gagal berangkat bisa mendapatkan keterampilan sehingga tidak lagi perlu mencari pekerjaan ke luar negeri terutama Timur Tengah."

Saat ini sudah ada 25 PKBM sentra TKI di 10 daerah asal seperti Cianjur, Indramayu, Nusa Tenggara Barat. Lampung dan lainnya. "Kemendiknas memberdayakan PKBM yang sudah ada saja untuk jadi sentra pendidikan nonformal TKJ Itu."

Jumlah PKBM tahun ini mencapai 6.553 unit, meningkat dari tahun lalu yang hanya 5.000 lembaga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar